Pengertian Buzzer, Influencer, dan Endorser serta Perbedaannya

Posted on 10 views
Pengertian Buzzer, Influencer, dan Endorser serta Perbedaannya
Pengertian Buzzer, Influencer, dan Endorser serta Perbedaannya

Buzzer, Influencer, dan Endorser adalah tiga profesi atau pekerjaan baru yang muncul di era media sosial. Berikut ini Pengertian Buzzer, Influencer, dan Endorser.

Buzzer, Influencer, dan Endorser menjadi pesaing media massa, bahkan media sosial itu sendiri, dalam hal iklan. Daya tarik dan kekuatan pengaruh mereka membuat banyak pebisnis memanfaatkan akun media sosial berfollower banyak sebagai pengiklan produ atau jasa.

Bahkan, belakangan terungkap, pemerintah juga menggunakan jasa Buzzer dan Influencer untuk mengkampanyekan kebijakannya.

Diberitakan BBC, Indonesia Corruption Watch (ICW) menemukan penggunaan anggaran pemerintah pusat untuk influencer atau pemengaruh sebesar Rp90,45 miliar untuk sosialisasi kebijakan sepanjang tahun 2014 sampai 2019. Penggunaan para pemengaruh tersebut, lanjut ICW, mulai marak dilakukan pemerintah sejak 2017.

Dari penelusuran ICW, hampir semuanya menggunakan jasa influencer atau pemengaruh. Salah satu contoh lembaga yang menggunakan para influencer adalah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk sosialisasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Pengertian Buzzer, Influencer, dan Endorser

Berikut ini Pengertian Buzzer, Influencer, dan Endorser dan perbedaan ketiganya. Blogger Bandung rangkum dari berbagai sumber.

Pengertian Buzzer

Buzzer secara bahasa artinya pendengung. Disebut demikian karena ia mendengungkan sesuatu agar menarik perhatian. Dengung sendiri artinya “ tiruan bunyi yang bergema dari baling-baling pesawat terbang, sirene, kumbang, dan sebagainya” (KBBI).

Pengertian Buzzer

Buzzer berasal dari kata buzz yang berarti berdengung, desas desus, rumor. Seorang buzzer biasa menyampaikan serangkaian informasi secara berulang-ulang.

Topiknya beragam, mulai soal makanan, pakaian, lokasi wisata, hingga isu politik. Follower, pengikut, atau audiens buzzer sangat banyak.

Buzzer hanya berperan meramaikan, mentrendingan, atau memviralkan. Mereka tidak punya tugas menggiring opini atau mengajak followers untuk mengikuti sarannya.

Belakangan juga muncul istilah BuzzeRp, yaitu buzzer yang dibayar oleh pemerintah untuk mendukung sebuah kebijakan. Di Twitter, tagar yang mendukung atau puja-puji terhadap pemerintah umumnya dilakukan oleh buzzer ini.

Karena ada anggarannya, buzzer atau “buzzerp” sering memberikan hadiah (give away) kepada follower, misalnya pulsa atau sejumlah uang kepada follower yang retweet, like, atau reply tweet plus tagar (hashtag) tertentu.

Pengamat media sosial Enda Nasuiton mengatakan, buzzer merupakan akun-akun di media sosial yang tidak mempunyai reputasi untuk dipertaruhkan.

“Buzzer biasanya lebih ke kelompok orang yang tidak jelas siapa identitasnya, lalu kemudian biasanya memiliki motif ideologis atau motif ekonomi di belakangnya dan kemudian menyebarkan informasi,” ujarnya.

Menurutnya, buzzer ada yang dibayar dan ada juga yang hanya sukarelawan. (Kompas).

Pengertian Influencer

Influencer berakar kata influence yang artinya memengaruhi atau memberikan pengaruh. Secara bahasa, influencer artinya “pemengaruh” atau pemberi pengaruh. Ia bertugas memengaruhi follower agar menyukai, membeli, atau mendukung sesuatu.

Pengertian Influencer

Berbeda dengan buzzer, seorang influencer perlu memiliki skills khusus untuk meyakinkan banyak orang agar tertarik dan mau mencoba produk yang ia promosikan.

Umumnya influencer tidak punya follower sebanyak buzzer, akan tetapi memiliki engagement rate yang lebih tinggi.

Sesuai namanya, influence berarti mempengaruhi – maka seorang influencer tidak hanya melempar informasi, tapi juga mempengaruhi audience dengan beragam bentuk interaksi.

Influencer sendiri tak serta merta harus expert atau ahli tentang produk yang ia tayangkan, asalkan paham bagaimana mempromosikan dan mengiring opini publik.

Influencer biasanya seorang public figure atau tokoh.

Pengertian Endorser

Endorse artinya an act of giving something. Cara kerja endorsement adalah pebisnis memberikan produk untuk kemudian direview dan dipromosikan oleh endorser.

Pengertian Endorser

Audiens endorser cenderung lebih sedikit ketimbang influencer dan buzzer. Reputasi endorser yang baik dapat meningkatkan value.

Jika Anda berjualan sepatu handmade, maka fashion stylist atau orang yang gemar ber-OOTD cocok untuk diajak kerja sama.

Endorsement yang dilakukan oleh food blogger tentu akan meningkatkan value restoran ketimbang jika direview oleh seorang tech-specialist. Seorang endorser diharapkan mengerti benar produk yang ia promosikan sehingga dapat menyampaikan informasi yang jujur.

Endorser adalah icon atau sosok tertentu yang sering juga disebut sebagai direct source (sumber langsung) untuk mengantarkan sebuah pesan dan atau memperagakan sebuah produk atau jasa dalam kegiatan promosi yang bertujuan untuk mendukung efektifitas penyampaian pesan produk (Suryadi, 2006:132; Belch & Belch, 2004:168).

Demikian Pengertian Buzzer, Influencer, dan Endorser serta perbedaan ketiganya.*

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *