Daftar 200 Faktor SEO Penentu Peringkat Blog di Google

Posted on 13 views

Daftar 200 Faktor SEO Penentu Peringkat Blog di Google

PENCARI tips SEO tentu sering –minimal pernah– menemukan atau mendengar bahwa ada 200 Faktor SEO yang menentukan peringkat blog atau website di Google.

SEO –kependekan dari Search Engine Optimization atau Pengoptimalan Mesin Telusur– adalah teknik mengoptimasi blog atau website agar mudah dan cepat terindeks Google dan menempati peringkat terbaik di halaman hasil pencarian (SERP).

Apa Itu Faktor SEO?

Faktor artinya “hal (keadaan, peristiwa) yang ikut menyebabkan (memengaruhi) terjadinya sesuatu” (KBBI).

Fakto SEO artinya hal-hal yang memengaruhi sebuah blog/website menjadi ramah mesin pencari (seo friendly) sehingga mudah diindeks dan diperingkat mesin telusur di halaman hasil pencarian.

Disebutkan, Google menggunakan lebih dari 200+ faktor untuk menentukan kredibilitas sebuah website.

Apa saja 200 faktor SEO itu?

Berikut ini Daftar 200 Faktor SEO yang memengaruhi atau menentukan peringkat blog di Google, dengan catatan:

  1. Beberapa terbukti benar.
  2. Ada yang kontroversial.
  3. Lainnya adalah spekulasi.

1. Usia Domain (Domain Age)

Matt Cutts dari Google menyatakan: “Perbedaan antara domain yang berusia enam bulan versus satu tahun sama sekali tidak besar sama sekali.”

2. Kata Kunci Muncul di Domain Tingkat Atas

Kaa kunci (keyword) dalam nama domain (domain name) tidak memberikan dorongan yang terlalu penting.

Anda tidak perlu memaksakan memasukkan kata kunci kedalam nama domain yang digunakan, meskipun hal itu terkadang penting bagi Google untuk mengidentifikasikan niche blog berdasarkan nama domain.

3. Kata Kunci sebagai Kata Pertama di Domain

Domain yang dibuat dengan memasukkan kata kunci target memiliki keunggulan dibandingkan situs yang tidak memiliki kata kunci di domain mereka atau memiliki kata kunci di tengah atau akhir domain mereka.

4. Panjangnya masa penyewaan domain

Staf Google menyatakan:

“Domain yang berharga (sah) sering dibayarkan beberapa tahun sebelumnya, sementara domain pintu (tidak sah) jarang digunakan lebih dari satu tahun. Oleh karena itu, tanggal kapan sebuah domain berakhir di masa depan dapat digunakan sebagai faktor dalam memprediksi legitimasi suatu domain”.

5. Kata Kunci dalam Nama Subdomain

Keyword in Subdomain Name. Moz’s 2011 sepakat, kata kunci yang muncul di subdomain dapat meningkatkan rangking atau peringkat di Google.

6. Riwayat Domain

Situs dengan kepemilikan yang sering berubah (cek melalui whois) atau sering bermigrasi kelayanan lain akan memberi tahu Google untuk “mengatur ulang” riwayat situs, meniadakan cache yang mengarah kelokasi awal domain.

7. Persis Sama Pencocokan Domain

Exacth Match Domain (EMD). Kata kunci yang cocok dengan nama domain mungkin masih memberikan keunggulan untuk bertengger di posisi teratas Google, jika itu adalah situs yang berkualitas.

Tetapi jika EMD berasal dari situs berkualitas rendah, hal ini tidak akan menjadi keunggulan bagi website.

8. Public vs. Private WhoIs

Informasi Whois dengan sifat pribadi mungkin merupakan tanda “sesuatu untuk disembunyikan”. Informasi terbuka tentang kepemilikan domain lebih disukai.

9. Penalti WhoIs Owner

Jika Google mengidentifikasi orang tertentu sebagai spammer, masuk akal bahwa mereka akan meneliti situs lain yang dimiliki oleh orang tersebut.

10. Perpanjangan TLD negara

Memiliki Domain Tingkat Atas (Top Levl Domin/TLD) dengan kode negara (.cn, .pt, .ca., .id) membantu peringkat situs untuk negara tersebut, namun membatasi kemampuan situs untuk memberi peringkat di seluruh dunia (global).

11. Kata kunci dalam Title Tag

Tag judul adalah konten terpenting kedua pada halaman web (selain konten didalam halaman) karena itu mengirimkan sinyal SEO on-page yang kuat. Baca: Title Tag SEO

12. Judul Postingan Dimulai dengan Kata Kunci

Menurut data Moz, tag judul yang dimulai dengan kata kunci cenderung berkinerja lebih baik dari pada tag judul dengan kata kunci di akhir tag

13. Kata kunci dalam Tag Deskripsi

Sinyal relevansi lainnya. Tidak terlalu penting sekarang, tapi tetap saja membuat perbedaan.

14. Kata Kunci Muncul dalam H1 Tag

Tag H1 adalah “tag judul kedua” yang mengirimkan sinyal relevansi lain ke Google.

15. Kata Kunci adalah Frase yang Paling Sering Digunakan dalam Dokumen

Memiliki kata kunci lebih banyak dari pada tindakan lain yang mungkin dianggap sebagai sinyal relevansi. Tapi jangan berlebihan memasukkan kata kunci kedalam artikel blog anda

16. Panjang Konten

Konten dengan lebih banyak kata dapat mencakup cakupan yang lebih luas dan cenderung lebih disukai ketimbang artikel minim informasi yang lebih pendek. SERPIQ menemukan bahwa panjang konten berkorelasi dengan posisi SERP: Panjang Konten SEO

17. Kepadatan Kata Kunci (Keywords Density)

Meski tidak sepenting dulu, keyword density masih merupakan sesuatu yang Google gunakan untuk menentukan topik sebuah halaman web.

18. Latent Semantic Indexing Kata kunci dalam Konten (LSI)

Kata kunci LSI membantu mesin pencari mengekstrak makna dari kata-kata dengan lebih dari satu makna.

Kehadiran / ketiadaan LSI mungkin juga bertindak sebagai sinyal kualitas konten. Jadi jika Anda mengetikkan suatu keyword, tapi LSI di bawahnya tidak muncul, bisa jadi karena artikel yang dicari kurang begitu populer

19. LSI Kata kunci dalam Judul dan Deskripsi Tag

Seperti konten halaman web, kata kunci LSI di halaman meta tag mungkin membantu Google membedakan antara sinonim. Mungkin juga bertindak sebagai sinyal relevansi.

20. Fakto SEO: Kecepatan Loading Halaman via HTML

Baik Google dan Bing menggunakan kecepatan halaman sebagai faktor peringkat. Spider mesin telusur dapat memperkirakan kecepatan situs Anda cukup akurat berdasarkan kode halaman dan ukuran file.

4 thoughts on “Daftar 200 Faktor SEO Penentu Peringkat Blog di Google

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *